Mengunjungi Brunei Darussalam 3 Hari 2 Malam

Aku pergi bersama kawanku  menuju Brunei dari Kota Kinabalu di Malasyia. Perjalanan di mulai dari Kinabalu menggunakan Bis Jesselton Express dan tiketnya dapat dibeli pada pukul 07.00 pagi di Taman City Park Kinabalu. Harga Tiket 100 RM dan bisnya berangkat ON TIME.

Perjalanan darat ini membutuhkan waktu sekitar 8 jam dan kita harus beberapa kali turun di perbatasan untuk cap imigrasi. Lumayan bagi pencinta koleksi cap imigrasi, kamu bakal dapat beberapa kali cap. Cap di Perbatasan Sabah dan Serawak, Perbatasan Serawak-Brunei, dan Perbatasan Malasyia-Brunei Darussalam.

Di Brunei, kami menghabiskan waktu selama 3 hari 2 malam dan kami dengan riang gembira mengelilingi Brunei Darussalam tepatnya di ibu kotanya hehee. Bermodalkan map dan Bis. yang bisa kamu dapat di Tourist information di Daerah kampung air.

Segala informasi mengenai Brunei bisa didapat dari map ini beserta jalur-jalur bis yang mengelilingi Negara ini. Pokoknya aman, nyaman dan murah. Dengan modal 1$ Brunei kamu bisa pergi kemanapun kamu mau.

Bis ini hanya beroperasi sampai jam 6 malam, abis itu tidak ada transportasi umum lainnya. Dan sekitar jam 7 malam ke atas, di Brunei mulai sepi jarang terliat orang-orang nongkrong .

Dan pada umumnya warga Brunei mempunyai kereta ( baca : Mobil) sendiri jadi kamu bakal liat sepanjang pagi sampai sore hari , kereta isi kadang isinya cuman 1 orang. Gak ada Macet sama sekali, dan pejalan kaki sangat sangat sedikit, waktu aku kesana yang jalan kaki cuman kami berdua sepanjang pagi-sore hari dan ada beberapa orang di beberapa titik.

Seharian jalan kaki sampai pegal nampol hehe

 Kami cinta olahraga jadi kebanyakan jalan kakinya haaha. Jangan takut untuk berjalan kaki karena disini pejalan kaki sangat diutamakan misalnya ketika mau menyeberang kadang sebelum lampu merah nyala mereka sudah memberhentikan mobilnya agar pejalan kaki lewat ( Lihat foto). Mobil akan berhenti tanpa kamu minta, kamu gak akan pake lagi”magic hand”.

Menurutku Negara ini ramah buat pejalan kaki dan traveller. Selama di Brunei dua modal yang kami pakai adalah jalan kaki dan berbahasa melayu. Karena sesama wajah ASEAN dan memiliki paras yang sama sering di jalan maupun sedang membeli barang dikira orang sana. Yapss, sikit sikit pandailah cakap melayu hehe.

Hari pertama………………………………………………………………………………………………………………………………………

Di Brunei aku menginap di rumah orang lokal dan ini tips selanjutnya buat kamu yang pengen travelling hemat “ Networking “ itu sangat berarti. Biasanya budget untuk travelling akan berat di akomodasi, dan makan.

Nah jaga pertemananmu yah dan perlebar juga sayap pertemananmu. Malam sesampainya di tempat menginap di jalan simpang, kami mengunjungi night market yang terkenal, nama pasarnya adalah Gadong Market.

Penampakan Gadong Market –

Tempat ini cocok buat kamu yang suka wisata kuliner. Disini kamu bisa beli berbagai macam makanan khas Brunei yang enak enak ..eeeenaaaak cukup dengan uang 1 dollar Brunei udah bisa beli makanan dan minuman.

Dan pengalaman luar biasa bagiku untuk mempraktekan bahasa Inggris karena teman jalanku kebetulan orang LN yang mengaruskan aku berbicara bahasa Inggris. Bahasa Inggris yang terbata-bata tak membuatku menyerah terus keep going karena ini salah satu alasanku cinta Travelling.  

Pagi tiba, ayam tidak berkokok karena ku tidak mendengar ayam waktu itu. Alarm membangunkan kami pukul 05.00 kami sudah bersiap untuk ngebolang. Tujuan pertama adalah keliling kota saja karena ternyata kota Bandar Seri Begawan bisa dikelilingi dalam waktu sehari.

Menelusuri jalan di kota ini menyenangkan, sepanjang mata memandang bersih, rapi dan tentunya seperti yang telah kuceritakan sebelumnya ramah bagi pejalan kaki. Kampung Anyer//Air cocok  buat kamu yang pengen ngerasain naik perahu air mengelilingi Brunei terus kayak roaller coaster karena bakal diajak wisata adrenalin sama abang-abangnya. Gimana tertarik nyoba? …

Setelah dari kampung air maka tibalah kami di Pusat Informasi yang jaraknya dekat dengan kampung Air. Ternyata tourist information bukanya jam 10.00. Ya sudah kami menghabiskan waktu keliling lagi dan sampailah di Mesjid Omar Ali Syaifuddien.


Mesjid Omar Ali Syaifuddien.

Mesjid ini merupakan mesjid tertua yang berada di pusat kota Brunei-indah banget. Masjid yang sangat indah, luas, masjid cermin karena kamu bisa lihat bayangan utuh mesjid ini di dalam air. Masjidnya bersih , pokoknya falling in love. Nah disini juga biasanya turis turis biasa singgah ke Mesjid ini dengan terlebih dahulu memakai baju muslim yang disediakan oleh pengurus masjid bagi turis non muslim.

Di Masjid ini karena aku dikira mahasiswa jadilah aku mendapat sedikit bingkisan seperangkat pulpen, stabilo dan pensil mekanik sebagai cindera mata (hehe). Alhamdulilah rezeki anak sholehah. Setelah bercape ria berkeliling masjid kami kembali ke pusat informasi tapi sebelumnya kami membeli makanan di mall terlebih dahulu sebagai energi untuk berkeliling seharian ini.

Santai kayak di Pantai, selow kayak di Pulau. Jadi destinasi selanjutnya setelah mendapatkan beberapa informasi dari peta yang kami dapat dari Tourist information. Kita memutuskan pergi ke arah Jerudong dengan bis line berwarna pink.

Pantai Jerudong,sepi berasa pantai milik sendiri

Pantai Jerudong kutemukan di daerah Jerudong, jadi jauh-jauh Ke Brunei pergi ke pantai pula padahal hidup di pantai pas di Kalimantan.

Pantai ini kayak private island guys, no body here except us. Alhamdulilah bisa relax dan refreshing sejenak dengan angin sepoi-sepoinya. Setelah menikmati indahnya pantai yang cantik nan jernih, petualangan dilanjutkan kembali menuju ibu kota karena baru setengah yang baru kami jelajahi.

Kami pulang pukul 2 siang dari Jerudong dan kami memutuskan untuk sembahyang di Masjid Oemar lagi. Dan berkeliling kota Brunei dari Alkinson tower (mirip jam gadangnya kalau di Indonesia), menuju Royal Building Museum, Kuil China dan Perpustakaan sampai balik lagi ke Mesjid Omar Ali Syaifuddien buat sholat ashar.

Setelah seharian bertualang, malam tiba kuhabiskan bercengkrama dengan Pier, Alex, dan Odie. FYI awalnya Alex belum terbiasa sepertinya dengan gadis berkerudung setelah Pier memulai percakapan denganku akhirnya Alex pun mulai berbincang atau bisa jadi karena kami tidak kenal satu sama lain jadi agak susah untuk memulai pembicaraan. Over all , I was happy talking with them !!.

Malam tiba dan saatnya kami berdiskusi mau kemana keesokan harinya. Odie the best of local people here gave us recommendation to went Empire Hotel. YASS>> 

Hari kedua…………………………………………………………………………………………………………………………………………

Empire Hotel


Empire Hotel Club yaitu hotel Bintang 5 yang berada di Daerah Jerudong. Dulu om Michael Jackson nginapnya disini. ini keren banget dengan pemandangan yang wow di belakang hotel ini yaitu terbentangnya hamparan pantai yang berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan.

Speechless banget deh, mata yang tadinya setengah ngantuk tiba-tiba seger dan bawaanya pengen melek terus saking terpesonanya dengan pemandangan disini.

Nah bagaimana caranya kesini kamu naik Bis lagi dengan biaya 2$ Brunei menuju daerah Jerudong dan di jalur bis tertera Empire Hotel. Nah ada tapinya untuk pulangnya agak susah, karena Bus yang lewat rute ini jarang alhasil kami berdrama ria selepas bahagia banget di dalam.

Kami harus berjalan kaki yang lumayan jauh menuju arah jerudong dan lewat jalan raya yang sebenarnya bukan diperuntukan pejalan kaki ( Jangan ditiru yah hehhe). Tidak ada pilihan lain karena kami harus pulang sebelum matahari tambah tinggi dan terik.


Setelah berhappy happy ria di Empire Hotel kami menuju Istana Nurul Iman. Disini kamu ga bakal bisa masuk tapi bisa foto di Gerbangnya karena sekarang bukan lebaran. Pada waktu hari raya, Istana ini dibuka dan kamu bisa bersilaturahmi dengan Sultan Brunei.

Mengunjugi Brunei Darussalam 3 hari 2 malam
Istana Nurul Iman

enjaga Istana Nurul Iman sangat ramah dan tidak sungkan untuk menceritakan tentang seluk beluk Istana ini. Sampai mau untuk berfoto,sebuah kebahagiaan tersendiri bahkan beliau memberikan nomor ponselnya jika kami mengalami kesulitan disini. Malam tiba kami dengan diantar oleh Odie melanjutkan kembali petualangan selanjutnya ke Philipina.


Mungkin sekian sedikit cerita bolang kami di Negeri Seberang ini. Mungkin Brunei bisa jadi negara wishlist buat kamu-kamu nanti .“Catch ur dream as a high blue in the sky” –salam Damai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *