BIDUK-BIDUK IM IN LOVE

Falling in love in the first sight …. YASSSSSSSSSSSSSSS! It was truly happen in my life a one year ago.

I was so excited, I was so happy, felt that moment, unforgettable !!

Setiap pagi aku duduk disini untuk menikmati Sunrise atau kadang duduk manis menunggu senja datang

Pernah tahu drama korea Full House?

Jika iya pasti tahu dong, rumah kaca Lee Young Jay dan Jieun?

Nah, pas lagi nonton drama ini pernah kepikiran dan bergumam dalam hati

“ duh pengen rumah kek gitu, atau pengen tinggal dengan pemandangan laut yang indah?”

Ternyata apa yang ada di lamunan aku waktu itu, menjadi kenyataan .

Teringat quotenya Om Paulo Coelho katanya “ Universe works together to make your dream happen” . Sepertinya memang seperti itu, karena aku gak pernah menyangka bakal tinggal persis seperti apa yang kukhayalkan. Biduk-Biduk nama tempatnya, daerah di Kalimantan Timur yang dekat hidungnya Kalimantan timur ini menngandung banyak keindahan pantainya, pasirnya yang bersih, keanekaragaman hayati, udara segar setiap pagi, danau yang sangat jernih yang bisa dinikmati setiap hari. Ucapan syukur tak akan habis melihat keindahanNya.

Aku bersyukur pernah tinggal beberapa bulan di daerah ini dan tentunya mendapat orang tua asuh disini. Perjalanan untuk sampai kesini, merupakan reszeki yang kudapat ketika bermimpi gayung disambut dengan baik oleh perantara Tuhan.  Syurga Tersembunyi itu ada dan menikmatinya merupakan sebuah anugerah.

Aku bisa sampai ke Biduk-biduk berkat program pemberdayaan yang aku ikuti dan aku dipercayakan untuk mengembangkan wisata disini. Singkat cerita tinggalah aku disana di rumah kepala desa sekaligus orang tua asuhku dan menjadi anak tunggal disana yang kebetulan putra-putra beliau sedang merantau. 

Fajar telah terbit, suara desiran ombak, sinar matahari yang masuk kamar mulai terasa. Itulah tanda sunrise, ku lari ke belakang mengabadikan dan menikmati momen indah tersebut. Setiap hari, setiap pagi dengan menikmati teh hangat yang kadang dibuatkan oleh ibu asuhku, Kududuk di bangku rumah belakang , menikmati pagi sambil bercengkrama dengan ibu dan bapak asuhku.

Setiap waktu bisa menikmati enaknya ikan-ikan segar, menikmati kapal kapal yang datang sepulang berlayar mencari ikan, menikmati udara di pinggir rumah, berlarian di pantai bahkan tanpa ada seorang pun disana. Mendatangi bagian desa yang sangat indah , luas , pasir yang bersih dan lapangnya tanpa ada pengujung satupun hanya ada aku dan adik desaku. Dia menunjukan bagian-bagian indah dari desa ini dan bahkan aku sempat bertualang bersama dia dan temannya menembus hutan untuk sampai di sungai asam. Perasaan waktu itu, aku sedang berada di sebuah acara TV yang berjudul bocah petualang karena kebetulan aku ditemani oleh dua anak sd dan 3 anak SMA , Petualangan pada waktu itu sungguh sangat mengesankan. Hari-hari aku dipenuhi dengan rasa bahagia karena aku selalu dikelilingi anak-anak luar biasa.

Bersama anak-anak Dermaga Bangkuduan , tempatku menikmati senja lainnya

Menjelang sore hari, aku selalu bermain di Danau jernih yang bernama danau Labuan cermin . Sesuai namanya kamu bisa bercermin disana dan melihat penampakan wajahmu dengan jelas. Danau ini memiliki dua rasa yaitu air tawar untuk bagian atas dan air asin di bagian bawah.  Danau ini sangat terkenal dan menjadi destinasi wisata wajib jika berkunjung ke Biduk-biduk.

Danau Labuan Cermin

Menjelang malam hari, ku duduk di  belakang rumah sambil menikmati bulan purnama .Cahaya bulan yang jatuh tepat di atas laut, kesunyian dan kedamain saat itu jua mengingatkanku untuk bersyukur lagi atas nikmatnya.. Menyadari keagungaNya dalam menciptakan keindahan alam semesta.

Hari demi hari, bulan demi bulan sudah kumenghabiskan waktu, kubelajar di tempat dimana aku bisa belajar menghargai dan merawat apa yang diberikan Tuhan.  Atas segala kebaikan dan ketulusan orang tua asuhku yang memperlakukan seperti anak mereka, bercanda tawa, menasehati dan disayangi. Terimakasih Pak Abbas dan Ibu kalian selalu dihatiku. Biduk –biduk menjai tempat dimana aku bisa menikmati indahnya KasihNya.

22 Februari awal kedatanganku ditemani carrier merah

Menembus perjalanan 6 jam dari Ibu kota untuk sampai di Tanah Syurga ini

Sepanjang jalan nyiur nyiur kelapa melambai

Seolah mengucapkan salam perkenalan padaku

Selamat Datang di Biduk-Biduk

Kemudian…….

Hari berganti hari, Bulan berganti Bulan

Dentingan waktu terus berjalan Detik, menit, jam telah cukup menemani

Detik, menit, jam kehadiranku menambah pelengkap keluarga kecil disini

Satu Bintang, Dua Bintang ternyata kutemukan banyak bintang disini

Satu Purnama, Dua Purnama tenyata 3 Purnama sudah kulewatkan disini

Kini saatnya tiba, jiwa boleh pergi namun hati tetap terpaut disini

Aku akan memulai perjalanan baru seperti dimana aku pernah disini

Terimakasih untuk hal terindah , pengalaman berharga selama disini

Aku ucapkan sampai jumpa kembali di lain waktu

Menikma Indahnya pantai eksklusif 😛

It was stunning. It made me speechless.

It was not all about work; I’ve had a lot of fun and formed friendships that will last a lifetime.

It was great there, I loved ! I went out and saw the world a little bit, getting to know some cultures, ate some good food. This was about teamwork how we can created the best performs for a good future there. It is okay to be unusual person if we in the right direction. Biduk-Biduk I love you and I will miss you. You always stay in my heart . Thank God !!!

About the author

A Young girl who believes in: "meeting new friends" means "learning new experiences and knowledge". Born as Sundanese, grew my self many places around West Java till graduated as a bachelor degree holder, I was being involved in VOLUNTEER PROJECT in a rural area. I do love travelling, so curious about other cultures. So, damaydream is my real stories about daily activities, experience, dream and traveling. Overall, people's uniqueness because every single one is UNIQUE in their own way.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *