Gara-Gara Ubi, Sibuk Satu RT

Malam itu adalah malam dari sekian hari puasa yang telah kulewati seorang diri, semilir angin malam pertanda hari mulai gelap adalah waktu dimana aku hendak berbuka. Di sudut dapur, tampak sibuk nenek yang habis pulang berladang, aku menghampiri dan melihat nenek hendak merebus ubi sedang aku bersiap membuat minuman hangat untuk berbuka.          

Awal cerita dimulai ketika maghrib baru saja berlalu, semua orang berkumpul seperti biasa. Mala mini kami hendak membuat makanan untuk hidangan makan malam. Namun tak biasa, rumah kami kedatangan saudara dari ibu lurah hingga ramai sudah seisi rumah. Semua orang berkumpul di dapur, kala itu hanya ada aku dan nenek di dapur. Nenek bertanya ? biasanya ubi ini diapakan? Aku jawab, biasanya saya di rumah dikasih gula merah lalu ditumbuk nek. Ternyata jawabanku itulah yang menjadi jawaban bagaimana singkong se panci besar akan dieksekusi.

Ubi sudah matang. Lalu semua mata sudah tertuju padaku untuk mulai mengeksekusi. Aku tidak ada pilihan lain lagi selain mempraktekan apa yang pernah kuliat dari kakekku di kampung asalku. Setelah memulainya di tengah perjalanan , ternyata hasil yang didapat tidak seperti yang dibayangkan. Aku hanya berkata, bahwa ubi yang aku maksud bukan seperti ini. Lalu mereka mencoba, dan hasilnya di luar pikiran semua suka. Padahal bagiku itu termasuk praktek pembuatan getuk ubi yang gagal. Kami tertawa malam itu, karena ubi yang kami tumbuk itu jenis ubi yang kenyal dan keras.

Proses pembuatan getuk ubi ala orang sunda ini masih tetap berlangsung, ibu lurah mengeluarkan lesung, memasukan ubi dalam jumlah banyak. Dan tak kalah merepotkan pak lurah turun langsung menumbuk ubi ubi tersebut. Selesai sudah proses pembuatan getuk ubi, semua suka, semua senang sambil menikmati malam yang penuh dengan kehangatan keluarga baruku di kampung Dayak ini. Inti dari pengalaman ini, jangan takut membuat kekeliruan selama masih ada orang-orang yang menghargai proses yang kita buat. Terimasih ubi, karenamu aku tambah dekat dengan keluarga asuhku.

About the author

A Young girl who believes in: "meeting new friends" means "learning new experiences and knowledge". Born as Sundanese, grew my self many places around West Java till graduated as a bachelor degree holder, I was being involved in VOLUNTEER PROJECT in a rural area. I do love travelling, so curious about other cultures. So, damaydream is my real stories about daily activities, experience, dream and traveling. Overall, people's uniqueness because every single one is UNIQUE in their own way.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *