UNPREDICTABLE MOMENT IN 2018

Di Tahun 2018 merupakan tahun yang penuh kejutan dan sangat berwarna dengan segala macam kegiatan, petualangan, persahabatan, pencapaian dan bahkan pelajaran. Puzzle dalam rangkaian kehidupanku sangat berwarna dan saling berkaitan. Di tahun itu, Tuhan memberikan segala jawaban dan jalan bagiku untuk mencapai apa yang kucitakan. Sebagian ada yang tercapai ,sebagian lainnya masih tersimpan di buku mimpi.  Bukan tidak terwujud memang ketidakcapaian target akibat ulahku sendiri yang selalu “ procrastinating” dan tidak konsisten. Atau juga boleh jadi hal yang ku belum kucapai itu, memang bukan terbaik bagiku. Bukankah begitu ? Tuhan belum mengabulkan inginmu karena bisa jadi ada yang lebih baik, itu tidak baik untukmu atau kamu belum siap menerimanya. Bagiku aku berada di poin 3 aku belum siap menerimanya.

Travelling , di tahun 2018 banyak kuhabiskan dengan bertemu dengan teman baru, orang lokal,belajar kebudayaan baru dan tentunya pengalaman baru. Tempat-tempat yang aku kunjungi kadang tempat yang sulit untuk diakses. Yang kalau kata sahabat, apa yang aku singgahi, jalani adalah tempat-tempat yang menjadi incaran traveller dunia.  Sahabatku mengatakan demikian karena dia ingin tetap aku optimi , keep going dan tetap mengejar apa yang aku impikan. Singkat cerita di tahun 2018 di awal pembuka tahun adalah momen yang sangat menenangkan dengan berkemah di sebuah pulau tak berpenghuni di ujung hidung peta Kalimantan. Pulau itu bernama Kuningan dengan segala keindahan yang tersimpan di dalamnya bertepatan dengan gerhana kami tunaikan sholat bersama.  Disini bersama teman seperjuangan yang luar biasa mengagumkan, kubelajar banyak dari mereka makna persaudaraan, kepedulian.

DI tahun 2018, aku bisa menginjakan kaki ke 6 Negara dengan segala petualangan suka dan duka yang mengiringi. AKu suka ketika aku bertemu dengan hal baru karena disaat itu aku merasa hidup dan merasa bersemangat. Aku sangat tertarik dengan multicultural , perbedaan karena menurutku itu sangat indah dan aku membayangkan betapa Besarnya Tuhan menciptakan semuanya. Syukurku bertambah ketika aku bertualang.  Tuhan berikan jalan aku bisa belajar tentang diversity melalui cultural inteligency, Purdue Univercity.

Mimpi-mimpiku banyak dibangun waktu aku duduk melirik jendela bus dan mulailah satu persatu terkabul. AKu bisa menginjakan kakiku ke beberapa wilayah Indonesia . Hal ini bisa kugapai karena adanya support yah, dari teman seperjuangan.  Teman seperjuangan, sahabat , dan keluarga adalah kunci, jagalah dan bersamailah mereka sebisa mungkin.  Di tahun 2018 aku bisa mengitari daerah Kalimantan, Lombok, Sumbawa, Bima, NTB, NTT, Labuan Bajo Flores, Bajawa, Ende, Bena, Kupang, Atambua, Toraja, Makassar, Gresik, Dead Forest, dan lainnya. Semua tempat selalu ada cerita yang tak bisa disamakan namun yang terpenting “ Jangan lupa meninggalkan bekas sujudmu disetiap tempat yang kamu singgahi”. Sertakan Tuhan disetiap langkah yang kamu lalui.  Dan setiap tempat yang kukunjungi pasti selalu ada orang yang berhati mulia memberikan pertolongan atau berbaik hati. Sebagian aku “ Solo Traveling” ketika memang tidak ada teman dan lainnya tambah seru lagi dengan teman lain.  Kalau bisa dibilang “miracle “ itu ada .

Bahkan di tahun ini Tuhan memberikan aku kesempatan berharga bergabung bersama pemuda-pemuda luar biasa dari berbagai negara dalam rangka meningkatkan kapabilitas diri. Disini ku belajar bahwa tidak ada yang perlu disombongkan, di atas langit selalu ada langit tapi tak juga kita harus minder karena setiap proses yang kamu lalui pasti dihargai. Bermula dari sebuah perkataan dan keinginan lalu diaminkan oleh orang tua hingga ku tak percaya mendapat kesempatan ini. Bahkan setelah itu kesempatan dari berbagai teman di belahan bumi lain datang, tawaran untuk membuat perubahan bersama-sama, membuat buku bersama dan bahkan mengikuti perlombaan internasional bersama se team dari berbagai negara. Meski ternyata kami belum bisa lolos waktu itu, namun aku terharu karena masih ada yang “melirikku” dari sekian banyak pemuda lain. Menangislah aku waktu itu, karena Tuhan membukakan jalan untukku dengan jelas.  Tapi untuk mencapai semua ini, satu setengah bulan kupersiapkan sampai otakku mem”burning” dengan segala sikap keibuan sahabatku yang menemaniku berjuang “ Dia memasakkan makanan, mengingatku untuk belajar di setiap waktu “ bahkan karena inginnya sahabatnya sukses dia “ mengomel dan menggertakku”  (hahha) hingga suaranya terbawa mimpi. Pada waktu itu aku pengen nyerah aja, tapi dia bilang “ Sudah sejauuh ini, kamu mau nyerah???”. Istirahatlah dulu begitu yang ia katakan melihat kondisiku yang hendak bilang “ I was so tired”!!!!

Di Tahun 2018 aku bergabung dengan sebuah NGO yang luar biasa bertemu dengan mereka yang luar biasa memberikan motivasi untuk berjuang lebih dan memberikan yang terbaik. Inspirasi, motivasi semua kudapat disini, pengalaman yang tak pernah kudapatkan,kesempatan  untuk meningkatkan diri ku dapat semua. Disini ku mendapatkan sosok seorang orang tua, kakak dan adik yang kukagumi pada bidangnya masing-masing. Bagaimana bisa seorang boss mau menghangatkan sup untuk sahur “ anak buahnya”, membangunkannya, mengajaknya berolahga. Ini hari-hari di penghujung bersama beliau ketika aku memutuskan untuk berkembang di tempat lain.

Di NGO ini, bertemu lagi dengan teman-teman dari banyak negara mendorong aku untuk berkomunikasi dengan baik lagi dan aku sukaa meski dengan terbata ku mencoba. Tuhan selalu berikan jalan, namun di pertengahan jalan ku menyudahi “ comport zone” itu. Setiap pilihan selalu ada resiko dan prioritas. Aku hanya berdo’a semoga aku masih tetap berkembang dan banyak belajar di tempat baru.

Di penghujung akhir tahun 2018 justru aku menemukan anugerah yang sangat besar dan tak pernah kuduga. AKu bertemu dengan pemuda-pemuda keren Indonesia yang punya mimpi besar membangun negeri. Ini adalah acara terakhir yang sempat aku menjadi bagian dari kepanitiaan ini. Lalu langkah kaki, meninggalkan apa yang berada di “ Zona nyamanku”. Aku memutuskan pergi ke suatu tempat yang untuk meningkatkan kapasitas diriku.

Di tahun 2018 ini juga menjadi tahun pengingat aku untuk memperbaiki hubunganku dengan Tuhan yang selama ini berantakan, terhempas , dan tertutup kabut peradaban , menyilaukan, menjauhkan. Karena jika bukan karenaNYa mana bisa kau melewati dan menjalani semua ini.

Disini  di tempat baru ini yang belum kubisa sebut tempatnya, Tuhan hadirkan lagi sosok-sosok teman baru yang tak pernah kubayangkan.  Setiap hari ku bertemu orang baru dengan pemikiran luar biasa yang belum pernah ku mendengarnya. Di sini hampir 100% tidak pernah membicarakan orang lain sehingga tidak ada prasangka. Bertemu dengan wajah-wajah ganteng nan pintar rasanya membuatku termotivasi lebih baik lagi ( hahaa #modus on). Aku tak menyangka bahwa mereka akan menjadi bagian dari pelengkap puzzle kehidupanku yang baru. Tuhan hadirkan dan menempatkan aku dengan beragam orang dari berbagai macam suku, agama dan bahkan bersama mereka mimpiku semakin jelas. Aku lebih berani dan mampu berdiri dan menyusun kembali mimpi-mimpi yang berserakan . Kumulai rapikan, kuamini, kuusahakan dan kukonsultasikan pada Sang Pencipta. Biarkan Dia yang jadi penghapus dan penambah rencanaku di tahun 2019. Selamat datang 2019 mari kita bermimpi !!

Apa resolusiku di tahun 2019?  —- jika penasaran silahkan DM 🙂

About the author

A Young girl who believes in: "meeting new friends" means "learning new experiences and knowledge". Born as Sundanese, grew my self many places around West Java till graduated as a bachelor degree holder, I was being involved in VOLUNTEER PROJECT in a rural area. I do love travelling, so curious about other cultures. So, damaydream is my real stories about daily activities, experience, dream and traveling. Overall, people's uniqueness because every single one is UNIQUE in their own way.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *