Gimana mau dekat kalau tidak mendekat ?

Menginjakan kaki untuk pertama kali di tempat baru tentunya membuat hati ini penasaran. Aku gugup pada waktu itu, dengan diantarkan oleh beberapa kawan melewati hutan dan jalanan yang tidak mulus tibalah di sebuah desa yang jauh dari hingar bingar kota. Yaah, sampai juga aku di kampung Siduung Indah di Berau Kalimantan Timur yang dihuni oleh masyarakat Dayak.

Apa yang dulu ku liat di TV , kini ku alami sendiri. Perkenalan pun aku lakukan dari mengujungi orang-orang berpengaruh terlebih dahulu hingga ke perkenalan yang lebih menegangkan .

Sweety, Muhidin, Deddy adalah sekelompok anjing yang pertama kali mulai menggongong padaku kemudian dengan siap siaga membentuk benteng pertahanan melingkari tubuhku. Aku sedang disapa oleh mereka, mungkin itu adalah ucapan perkenalan. Tatapan tajam mereka, seakan mau menerkam anak gadis yang lugu ini. Well, hatiku tenangkan, tangan ku kepalkan lalu aku berlindung di balik malaikat-malaikat kecilku.

Aku berjalan untuk mengamati kampung baru yang akan kutempati dalam jangka waktu yang lama. Banyak teman-teman dari sweety mulai berdatangan hendak melakukan salam perkenalan pula. Ada bule, ada ucil, scoobydoo, ola dan nama-nama anjing lucu lainnya. Semua sepertinya mempunyai benteng pertahanan yang sama yaitu menggonggong kemudian mendekat, menjulurkan lidahnya atau kepalanya.  Jantungku terasa dipompa kencang sekali, mungkin sudah satu lagu berbunyi di balik dentungan jantung ini. Aku memang tak terbiasa diperhatikan oleh para anjing, tapi sekarang bak seorang princess setiap anjing melirik padaku (haha).

Berjalan dua bulan di kampung Dayak ini, anjing-anjing itu mulai mengenaliku bahkan sudah menurut. Jika aku lewat, cukup beri tanda dengan tangan, maka mereka akan melipir bak karpet merah aku berjalan di tengah-tengah mereka. Pergi ke ladang, memancing pun dengan setianya mereka ikut berpetualang hendak melindungi tuannya dan mungkin aku sebagai kawan baru mereka.

Tak hanya siang, malam pun seakan tak pernah habis tentang cerita Ucil, Sweety, Muhidin dan rombongannya. Tiap malam mereka sepertinya begadang, saling sahut menyahut mungkin mereka kumpulan kesebelasan yang akan pergi siskamling sama-sama. Mulailah lagu gonggongan dimulai, adalah pertanda pukul 11 malam saat listrik di kampung ini sudah mati, Kampung kembali gelap namun purnama tak pernah lelah menerangi kami, tak lupa lantunan Alquran di kamarku pun aku yakin sebagai cahaya lain di tengah kegelapan listrik di Kampung.

Pagi pun datang, kembali beraktivitas dan  tetap aku menjadi perhatian anjing-anjing yang lainnya. Jangan kaget, bahwa anjing-anjing ini mungkin memiliki RT, RW sendiri di kampung ini karena kalau sudah berkumpul dua kesebelasan bola pun kalah. Over all, asyik seru karena tiap berjalan adrenalin terpicu selalu meskipun kami sudah saling kenal mengenal atau mungkin kami belum saling kenal mengenal hingga harus digonggong sekali dua kali.  Aku pun berjalan menelusuri kampung pada pagi hari, menikmati udara pagi hari di hari jum’at pagi.  Begitu biasaya seterusnya aku menghabiskan waktu di Kampung lebih banyak bercengkrama dan pendekatan terus kepada warga disana dan tak lupa belajar bahasa lokal disana.  Jadi kesimpulannya anjing itu akan baik sekali ketika kita sudah saling mengenal dan seperti hewan lucu lainnya mereka terbaik dalam melindungi tuannya.  Bahkan dengan isyarat Ucil sudah tahu kalau aku mengangkat tanganku, tanda bahwa aku tidak ingin lagi diganggu. Jadi bersahabatlah dengan siapa saja termasuk dengan hewan bisa jadi dia yang akan melindungimu.

About the author

A Young girl who believes in: "meeting new friends" means "learning new experiences and knowledge". Born as Sundanese, grew my self many places around West Java till graduated as a bachelor degree holder, I was being involved in VOLUNTEER PROJECT in a rural area. I do love travelling, so curious about other cultures. So, damaydream is my real stories about daily activities, experience, dream and traveling. Overall, people's uniqueness because every single one is UNIQUE in their own way.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *