Puasa Sunyi Tanpa Listrik Seorang Diri

Bertualang dengan mereka adalah momen terbaik saat di Kampung

Puasa pertama biasanya kita akan mempersiapkan segala sesuatu dengan sempurna mula dari kebersihan diri, kesiapan ibadah plus perlengkapannya,dan tak kalah serunya adalah ketika menghidangkan makanan untuk berbuka dan sahur. Inilah cerita lain dariku,3 hari sebelum puasa, aku sudah ditanya oleh keluargku disini kapan mulai berpuasa? Aku jawab 3 hari lagi selama 30 hari. Aku pun memberitahu keluagaku disini agar tidak kaget dan minta maaf jika pagi-pagi terdengar bunyi aku sahur. Mereka bilang tidak apa-apa, its okay. Rasa hati sudah tenang, senang mulailah sahur pertamaku di hari itu.

            Sahur pertamaku ditemani sebuah senter yang dilengkapi serpihan panel surya kecil dan seekor kucinng. Pagi itu, purnama melirik seakan menyapaku dan berkata selamat sahur. Aku sahur dengan segelas susu dan nasi dengan lauk pauk sederhana. Gelap sudah, namun aku bahagia bahwa ada hikmah yang luar biasa yang tak mungkin aku pungkiri selama sahur di kampung ini.  Meski gelap setiap hari, cahaya yang lain mampu berpijar adalah ketulusan hati masyakat disini, sehingga cahaya lain hadir di hatiku. Puasaku berwarna karena mereka dan aku yakin hidup mereka pun berwarna dengan kehadiranku sebagai perempuan muslim.

            Pagi datang, aktivitas dimulai, puasa bukan halangan untuk melakukan rutinitas. Berkumpul dengan warga meski mereka tidak berpuasa,tidak masalah. Bahkan aku kumpul bersama ketika membuat sebuah rujak, dan kapurung. Aku senang karena, aku mulai dekat dengan mereka dan mereka pun minta maaf karena menghargaiku yang berpuasa.

Menjelang siang hari, anak-anak yang biasa bermain denganku bilang “ Kak istirahat aja, pasti lemes,kan puasa? “. Aku bilang “ Ini gak apa-apa, kami sudah biasa puasa”. Sehingga aku tetap bertualang dengan mereka ntah main di sungai atau sekedar menemani mereka memancing di sungai.  Puasaku berjalan cepat, tidak terasa karena aku menghabiskan waktu dengan bertualang, tapi pada siang hari tak dipungkiri cuaca di kampung Dayak ini sungguh sangat panas. Mungkin itu satu-satunya tantangan pada waktu itu.

            Waktu berbuka puasa datang, setiap puasa yang kujalani ada hari-hari dimana rasa haru membuncah dalam hati. Hari itu adalah ketika keluarga asuhku turut berbuka bersama dan membelikan minuman dan makanan untuk berbuka. Untuk membeli makanan itu jauh dari desa sehingga seperti biasa untuk mencapai lokasi itu harus melewati hutan dan jalanan rusak terlebih dahulu. Selain itu, ada keluarga muslim yang berbaik hati menjemput dan mengantarkan aku pulang hanya untuk berbuka puasa di rumahnya. Yah aku temukan keluarga disini, menjadi beda bukan halangan namun perbedaan itulah yang membuat hidupku berwarna dan aku yakin hidup mereka pun berwarna dengan kehadiranku.  Salah satu puisi sempat aku buat di pagi hari di Hari Minggu ketika Masyarakat menunaikan ibadah.

Burung berkicau, anjing bersiulan, ayam berkokok

Menemani sahur di pagi hari

Sebuah senter di tangan , Shubuh yang gelap setiap hari

Bulan bersinar adalah anugerah penerangan lain

Ramadhan Ya Ramadhan Selamat Datang Ramadhan..

Ramadhan yang berbeda, syarat syukur akan makna kehidupan.

Menjadi seseorang yang berbeda diantara kehomogenan yang ada

Menjadi Muslim seorang diri justru pembuktian diri

Bahwa berbuat baik itu tidak mengenal agamamu apa, sukumu apa

Berbuat baiklah itulah ajaran Tuhan, bukan begitu

Puji-Pujian di Pagi hari di depan gereja dimana tempatku tinggal

Bunyi Lonceng pertama gereja menyahut seluruh warga kampung

Lonceng ke dua, Lonceng ke 3 tanda ibadah akan dimulai

Aku duduk di depan rumah, senyum menyapa mereka

Begitupun aku berdo’a di Pagi hari

Di Ramadhan ,

Insha Allah Ramdahan penuh berkah

                                                                             Siduung Indah, 21 Juli 2017

About the author

A Young girl who believes in: "meeting new friends" means "learning new experiences and knowledge". Born as Sundanese, grew my self many places around West Java till graduated as a bachelor degree holder, I was being involved in VOLUNTEER PROJECT in a rural area. I do love travelling, so curious about other cultures. So, damaydream is my real stories about daily activities, experience, dream and traveling. Overall, people's uniqueness because every single one is UNIQUE in their own way.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *