MY FIRST SOLO TRAVELLING TO OTHER COUNTRY

Aku lagi ingin sharing pengalaman aku solo Travelling ke Negara Tetangga, masih di ASIA terutama ASEAN, negara tempat Merry Riana dengan mimpinya 100 dolar yang menjadi nyata (SINGAPORE) . Bukanlah aku kalau tidak plin plan dan kebingungan, hari itu tgl 22 April 2016 aku masih browsing innetary aku ke negara itu, dikepalaku masih ada dua cabang say YES or NO. Jawabannku masih 50%, tapi jika aku ikut kata hatiku 100% Yes dan terngiang ngiang kata “YOU WILL NEVER KNOW YOUR BOUNDARY UNTILL YOU PUSH UP TO DO THAT, karena kesempatan gak selalu datang dua kali. Jadi sore itu aku bilang kepada orang tua asuhku di Kota Tanjung Balai Karimun. Well bapak dan ibu asuhku awalnya tidak percaya, dikira aku becanda. Terus aku bilang, “Iya pak, saya mau pergi sehari aja pergi pagi pulang malam”. Dan Jawaban bapak waki itu selalu menenangkan “iya Damay pergilah, jalan-jalan, ambil banyak pengalaman disana, Kak rima aja selalu bolak balik kesana”. Aku dalam hati Yess !! lalu ibu bertanya, ada teman KAN disana? (Ini adalah pertanyaan jleb). AKu jawab  “Ada bu,” [ FYI : memang ada tapi jadwal trip aku kesana, temanku sedang balik ke Jakarta]. Tapi untuk menenangkan dan dapat izin aku bilang akan ada teman yang kutemui disana.

TANJUNG BALAI KARIMUN

Keesokan pagi aku berangkat siang dan membeli segala keperluan mulai dari tiket, dan menukarkan uang ke Money Changer. Lalu setelah semua selesai, aku pulang ke rumah di Tanjung Balai Karimun. Aku bereskan barang untuk keberangkatanku besok, semuanya sudah siap. Setelah ibu datang dari pulang ngajar sore itu, aku bilang ibu aku jadi pergi. Ibu bilang iya damay, jam berapa kapalny besok?

Aku jawab pukul 07.30 sudah berangkat. Ibu bilang lagi “Iyalah,siapin semua dari sekarang”

FYI :Aku berangkat menggunakan Kapal Ferry

Malamnya aku biasa menghabiskan malam dengan adik adik imut Raysa yang kata bapak nanti akan bikin kedai makanan, ada adin dan Axa yang super kreatif. Adin dan Axa selalu melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya kadang sulit dijelakan dan aku pun mendadak speechless. Lalu aku selalu dapat menghindar dari pertanyaan super kreatif mereka dan bilang pada mereka “ Nanti tanya Bunda aja yah biar jawabannnya bagus!” Pukul 21.00, kami tidur sedangkan aku masih browsing menulis rencana perjalanan aku besok untuk memantapkan hati.

-Pagi Tiba- 23 April 2016

Pukul 06.30 aku pamitan, lalu diantar oleh Hakim (Adik asuhku), Aku bilang ke Hakim. “Aku nanti malam datangnya, tapi takut ga balik kemungkinan besok pulang”

Hakim Jawab : Iyah kak, nanti telpn aja

Aku bilang seperti itu karena kita gak pernah tahu kan plan kita berjalan lancar atau tidak. So that’s why I told like that.

_ Pelabuhan Tanjung Balai Karimun-

Masih pagi jam 07.00, aku langsung masuk ke arah Departure, aku masuk dan petugas belum ada. Kami menunggu beberapa menit lalu petugas datang. Aku antri lalu dengan lancar dapat masuk dan cap. Biasanya di bagian Imigrasi ini cukup ketat,jadi siap siap aja. Aku masuk ke Kapal Ferry yang akan membawaku kesana dan duduk manis, tidur . Perjalanan ini membutuhkan waktu 1 jam 30 menit. Jadi perkiraan aku sampai pukul 09.30 Singapore time. Ternyata kapalku singgal pukul 10.00 Singapore time, lalu aku masuk ke bagian imigrasi dan seperti biasa bukan aku jika aku gak ngomong sama orang .

Ada bapak muda bersama dua anak, dan satu orang kakek, Aku menafsirkan mereka keluarga yang akan pergi berlibur atau punya rumah disana. Pertama-tama, aku dengar mereka bicara memakai bahasa china/tionghoa/hokkian. Sedikit-sedikit aku ngerti, lalu aku nimbrung ke obrolan mereka pake bahasa dasar Tionghoa dengan logat sundaku yang khas. Alhamdulilah penerimaannya ramah lalu aku ngobrol ternyata lagi bawa si kakek berobat dan nanti pulang sore juga.

Trus ditanya kamu sama siapa?

Aku jawab sendiri aja, jalan-jaln mumpung dekat.

Papa Muda itu jawab : “wah berani juga yah sendiri “

Aku “ iya (Sambil senyum padahal jantung sudah berirama dag dig dug)

Dan –tidak seperti biasa bagian Imigrasi waktu itu mengalami system error selama 1 jam. Semua orang udah gelisah, ada wanita berkulit putih mengangkat tangannya dan bicara ke petugas imigrasi. Bahwa dia ada janji penting, kenapa sangat lama seperti ini. Kemudiaa petugas itu menjelaskan ada sistemnya sedang terganggu. (I see’)

_HARBOUR FRONT_

Setelah sistem ON kembali, aku liat petugas mendahulukan lansia, ibu atau bapak dengan anak kecil itu diprioritaskan (Good Two Thumb ). Lalu sampailh aku di bagian imigrasi pelegalan itu . Disini aku agak bête kenapa? Awal-awal sudah meyakinkan, lalu setelah diminta KTP mulailah hipotesi kecurigaan itu dimulai, Mereka pikir mungkin aku TKI yah. Well, aku  diminta tunjukkan uangku, aku inisiatif tunjukkan tiket pulang, lalu minta tunjuk tas aku, aku buka . Petugas imigrasi itu bilang “ There is nothing just book” ke kawannya. Iyalah mbak toh aku mau trip aja. Mbaknya masih kipas-kipasin tuh paspor aku. Sudahlah aku berani bilang “What’s wrong?”. Mbaknya jawab : Kejap-kejap.

(Sebenarnya ini tergantung mbaknya kan dia ngasih cap, jadi aku masih senyum dan bilang Thankyou.)

LEHUGA –LEGA GUE HHAHA

Dari sini Aku langsung mencari MRT itu dimana, biasanya terletak di lantai dasar dari kantor imigrasi aku langsung jalan cepat saja. Dan setelah bertanya ke beberapa orang sampailah di bagian MRT. Lalu aku cari mesin untuk membeli tiket sebelumnya aku buka map MRT yang aku punya di HP. Nah, jadi waktu di money charger kemarin, aku sengaja menukarkan uangku dengan recehan kecil. Jadi gampang untuk membeli tiket atau snack. Ini pertama kali aku beli tiket di mesin itu, aku baca petunjuknya. Pencet sana sini. Aku masukan uang dengan gaya sok tahu aku karena kebetulan itu mesin sepi haha.

Aku perbesar Map dan klik di Bugis, dan tiket muncul, lalu aku Tap kartuku ke bagian masuk MRT dan langsung ke bagian customer service untuk tanya dimana itu MRT. Lalu dengan sigap aku langsug jalan, karena aku ga punya waktu banyak di SG ini. Aku turun dan menanyakan ke Mas mas yang berdandan eksekutif muda, lalu dijawab dengan ramah. Aku masuk lalu menunggu hingga ke tempat persinggahan sebelum ke Bugis, pindah MRT. Aku turun dari Harbour Front ke Outram Park lalu berganti MRT menuju Bugis. Disini aku Tanya lagi, ke mas dan mbak sepertinya dua rekan kerja, lalu dia menunjukan dan bilang bareng kami aja, kami mau ke arah sana. Alhamdulilah dalam hati, sampailah aku di Bugis. FYI : disini MRT itu bergabung dengan mall jadi bisa tuh dipakai jalan-jalan

BUGIS-

Sampai juga aku di Bugis, lalu aku bertanya dengan sigap dimana MCD. Satu hal yang aku pelajari orang-orang disini Ramah. Lalu aku jalan seperti berlari mencari MCD, bukan untuk makan yah. AKu mau cari WIFI haha. Aku hendak ketemu seseorang “kami sudah janjian bertemu pukul 11.00 Singapore Time” sedangkan aku telat 1 jam aku sampai 12.00. Jadi sekrang yang baca tulisan aku ini, tahu kenapa aku sangat terburu-buru kan. Aku udah bilang dalam hati, kalau aku berjodoh sama dia aku pasti ketemu bagaimanapun caranya meskipun udah hopeless karena kita ga saling mengenal. Setelah aku dapat WIFI, aku langsung cek HP dan WA dan ternyata dia sudah mengabari dia sudah nunggu satu Jam”

Bugis Street

T

“Hi damay, I’ve been waiting for you. I’ll be going off now since it’s been almost an hour of waiting now” (duh udahlah abis baca ini, udah kayak mau say good bye) NOTED :  ketika janjian dengan orang mungkin waktunya bisa kita mundurkan 1 jam karena kita gak tahu Kendala di lapangan.

Aku : Im so sorry, I just arrive and found WIFI, Now im in MC donald’s

Mun : I’ll be there 10 mins, am already here at the sida entrance of MC donald’s Bugis Junction. Go downstair. Im at Paris Baguette having lunch. Go pass the main doors of the mall and there will be escalator, it’s just at that escalator when you come down.

Aku :  Okay, I will go, I use Green Scarf

Mun : Im sitting at the last seat inside the café in grey shirt and tied hair.

 “AKu dalam hati, pariah banget ini gara-gara lama di imigrasi aku telat nepatin janji dengan orang baru yang aku ga pernah temui. Aku kenal dia hanya 2 hari dan tidak sampai 1 jam kami ber chatting ria dengan beberapa pesan singkat yang aku temui di Dunia Virtual. Nanti aku akan cerita kenapa aku tak menganggap dunia virtual itu mengerikan dan masih yakin dunia Virtual masih menyimpan orang-orang baik didalammya yang kemudian aku bilang ini –DESTINY-

Aku langsung WA dan memberitahu dia kenapa aku telat . dan Alhamdulilah Thank Allah. Dia masih menunggu aku ( Terharu banget akan kemudahan yang Allah berikan). Aku dari MCD langsung masuk ke dalam mall dan bertanya pada Mas mas muda ganteng kalau disini kayak para polisi muda dan satu diantara masnya itu ada yang tahu dan menunjukan Paris Baguette. Dan aku langsung tersenyum “Smile to the world and the wold will smile to you “. Ketika aku pertama kali menatap dia, aku langsung merasa ada chemistry ,dan dia tersenyum, shake my hand. Aku duduk di depan dia yang sedang makan, aku langsung to the point, aku tunjukan innetaryku dan dia membaca dan said oke yes I will show u about SG. Alhamdulilah, Rezeki Anak Sholehah hihi

BUGIS STREET

Kami berjalan kaki menuju Bugis street yang merupakan pusat souvenir murah dan accessories, tas, baju, pokoknya semuanya ada disini. Sebelumnya aku membeli makanan di area halal corner, dia yang menunjukan. Aku waktu itu pesan chicken briyani 5 SGD dan sebuah minuman lemon tea  (Free dari dia). Tambah ga enak kan aku, mungkin ini yang selalu dinamakan “Tamu adalah Raja”. Selama makan aku mulai mengobrol dengan dia, dan surprise lagi aku liat dia memang ramah. Ada nenek yang bilang apakah kursinya kosong? Dia jawab: yah duduklah, sehingga kami terlibat percakapan dan dia menjelaskan bahwa dia baru kenal beberapa menit yang lalu denganku. Karena Neneknya bilang kalian lagi jalan-jalan terlihat akrab sekali (: 

Selesai makan, kami masih mengobrol dan aku tahu berapa hal tentang dia, pernah trip kemana saja , dia asli orang singapura punya apartemen, sedang melakukan bisnis dan apartemennya sekarang berubah fungsi menjadi kantor.  Aku dengar cerita dia terinsipirasi dari anak-nak kecil di Indonesia. Ternyata aku baru tahu. Dia pernah mengajar di ITB sebagai English lecturer, dia terinspurasi oleh anak-anak kecil yang sepulang sekolah langsung berjualan. Dia bilang, jika diterjemakan kedalam bahasa kekinian “Gilaaak, Gw malu banget sama anak-nak ini. Mereka bisa kenapa gw gak”. Jadi sepulang dari Indonesia, mulailah dia merintis bisnis di SG. Dan banyak lagi yang dia ceritakan. Dia bernama Munira, aku panggil dia Mun.

Kami menelusuri jalan, dan tibalah di Bugis street, aku beli souvenir ala kadarnya untuk orang rumah dan sahabat2ku.Di perjalanan ini Dia menceritakan banyak hal, begitu juga aku karena aku tipikal orang yang banyak omong. AKu g bisa diam sunyi senyap di perjalanan kecuali berjalan sendiri. Hahaa 

Mesjid Sultan

Tak lupa Mun menunjukan Perpustakaan Nasional dan beberapa bangunan yang terdapat patung beberapa tokoh dunia. Kami berjalan sampailah ke Mesjdi Sultan. Mun menjelaskan masjid ini dan mengajak aku berkeliling, Dia cerita dia banyak teman muslim. Langkah kaki terus bergerak hingga sampai ke Youth Olympic Park yang merupakan ruang public yang digunakan untuk kegiatan teater dan karnaval. Tak lupa meneruskan perjalanan ke Helix Bridge yang merupakan arsitektur yang indah dan mengagumkan dengan panjang 280 meter kami melewati jembatan ini. Jembatan ini berada di marina Bay dan berbentuk seperti DNA atau spiral dan menyempatkan untuk berfoto. Tujuan ku waktu itu mencapai icon singa yang katanya gak afdol kalau gak ke merlion. Kami pun meneruskan perjalanan menuju  Marina Bay, Garden Bay, clar quake, Merlion park tujuan terakhir. Dalam perjalanan aku menemukan Arabian streets, kampong glam dan lain-lain.. Marina Bay Sands merupakan integrated resort dan casino yang mewah.

Taman Olympic Walk

Tibalah kami di Marina Bay, Marina Bay Sands merupakan integrated resort dan casino yang mewah.Dalam Marina Bay Sands ini ada sebuah bangunan yang so sweet jadi  Mun waktu itu menarik tanganku dengan bersemangat sekali kali. Damay kamu diam disini, dan aku melihat Mun berlari dan dia langsung mengungkapkan kata di bawah kaca berkilau itu, dari kejauhan aku dengar suaranya lewat sebuah benda yang dibuat di Marina Bay Sand Karya Ned Kahn 2010. Lalu aku bilang Thank You lewat benda itu  dan dia balas it’s okay it’your day (: It’s Funny, kadang ada orang yang meleparkan koin ke dalamnya ketika sudah “Make a Wish”

Dari sana masuk ke Shephora– ini adalah toko make up terkenal di SG. Kita ibarat masuk dunia permake upan, Mun tahu aku tidak terlalu suska bermake upYou are beautiful just the way you are”. Yap, jadi setelah dari shavara kemudian kami sering bernyanyi, aku bernyanyi lagu superhero-script dan tiba-tiba Mun bilang, “hei damay I like that song”. Aku kaget dan oh really? Lalu kami berbagi nama lagu dan hampir semua yang kami sebut sama termasuk photograph edsheeran dan lainnya. Alhasil kami seperti karakoean di jalan disela-sela obrolan Mun tentang kekasihnya . Mereka akan pergi trip ke Thailand.

Lelah berjalan, kami Istirahat di Art Science Musiem. Aku jadi ingat Mun selalu bilang “kalau cape kasih tahu aku”. Dan aku berkeliling karena Mun ada pekerjaan yang harus diselesaikan VIA HP .  Art Science Museum merupakan museum yang menampilkan 21 ruang galeri dan merupakan museum kreativitas pertama di dunia yang biasa diadaakan pameran Internasional

Art Science Museum

Menuju Merlion melewati SINGAPORE FLYER dr kejauhan. Ini merupaka giant wheel dengan diameter 165 meter yang katanya terbesar di dunia.Lalu setelah berjalan sekian lama sampailah di MERLION PARK, kami berfoto untuk teman Mun yaitu Albert yang sedang berulang tahun dan kami lanjut bercerita sepanjang perjalanan. Mun menceritakan semunaya dari Hobby, tentang orang-orang yang mau couch kita, tentang pacar dia, tentang rencana pernikahan. Tentang mantan pacarnya dan lain-lain. Satu hal yang aku terapkan adalah ketika kita terbuka kepda orang lain, terkadnag orang lain juga akan bersikap sama dengan kita karena kita sudah menamankan rasa percaya. Rasa pecaya itu mahal harganya

Mun & Damay

m

Dari merlion kami menuju Clarke quay, sebuah tempat yang lengkap dari mulai resort, café, pub, butik pakaian dan terkenal dengan wisata sungainnya. Mun tunjukan café yang sering dia kunjungin dengan pacarnya, banyak tipe beer yang berjejer,dan tempat komunitas bacpaker Singapore sering bertemu 1 minggu sekali. Perjalanan ini aku mendapat kesempatan untuk masuk ke hotel-hotel elit yang ada disana. Setelah berjalan lama, kami melepas penat sambil memandangi pemandangan setibanya di Clarke quay. Bercerita tentang Mimpi dan sebagainya. Aku selalu senang bertemu dengan orang roang yang punya mimpi besar. C

Clarke Quay

Dari sana kami hendak menuju Harbour Front kembali tepat dimana aku sampai pertama kali, kami makan di Food court di mall vito City Dan berakhirlah perjalanan aku bersama Mun. Dia antarkan sampai ke Gate Imigrasi. Sebelumnya pintu kebrangkatan belum dibuka, jadi Mun masi menemani aku dan minta satu permintaan yaitu Video tentang apa tjuan hidupmu, adan apa yang akan aku berikan kepada orang-orang disekitarmu.

Setelah merekam aku, aku kasih kado kecil yang sudah aku persiapkan dari Indonesia. Lalu aku berpisah dengan Mun dan bilang terimakasih. Sebelumnya Mun bilang “Aku gak pernah nemenin orang berkeliling singapura dan mengantarnyalansung seperti ini dan jarang  sekali aku accept teman wanita”. “kamu adalah yang kedua dan pertama aku temenin seperti ini.  Aku baca profilmu, dan ntah kenapa aku langsung oke I will choose you dan membalas emailmu.

Setelah Mun pergi, aku baris di bagian imigrasi. OMG aku lupa beli tiket boarding pass, aku langsung lari sekencang mungkin nanya petugas dimana kantor kapal ferry yang aku naiki, beruntungnya aku baris di awal. Sampailah aku di lantai 4 dan wow antri dan waktu semakin mepet duh please Ya Allah janga sampai ketinggalan kapal. Dan Alhamdulilah aku beli boarding pass seharga 6 SGD, lalu lari ke bawah dan antri masuk. Finally done,lega sudah “inner peace”. Aku masuk kembali ke bagian imigrasi, di check dan aku Pulang. Alhamdulilah, jam 17.00 waktu Singapore kapal berangkat aku sholat di kapal. Dan seperti biasa bukan aku jika aku ga ngomong, aku kenalan dengan orang china/hokkian. Mereka bertiga Nampak ibu-ibu gaul, mereka pergi shopping dan kami saling tukar cerita. Ibu gaul itu punya anak dua yang sudah beres kuliah dan sedang kuliah di Batam. Perjalanan menjadi tidak bosang dengan percakapan denan ibu muda tersebut, aku juga dapat pelajaran dari bertemu ibu muda itu. “Selagi Muda, Berani ambil jalan berbeda asalkan itu yang kamu senangi”

Sampailah aku di Tanjung Balai karimun kembali pukul 18.30 waktu Indonesia. Aku telpon Ibu Yanti dan bilahg mau dijemput dimana ? aku bilang di gang saja, lalu hakim menjemput aku kembali. Dan aku sudah dieunggu oleh keluarga besar pak Baki lalu langsung minta liat foto-foto di Singapura. Sebagai bukti kali yah. Well , the beautifull day with many people .Thankyou Allah karena berkat Engkau semua perjalananku lancar. Thankyou Mun, I meet u As as Stranger but I leave you as a Friend.

Merlion Park

It was definitely fate that brought us together in Singapore.
Damay only spent 6 hours in the country, but it was 6 hours of pure happy awesomeness. I admire her tenacity to actually travel to Singapore (by ferry!) even under a short time, just to see what she wants to see! Also, I’m just so glad to speak Indonesian again, she made me feel as if I’m away again. Hope to see you again, hunny! (Mun)

Aku pikir aku beruntung juga dianugerahi muka polos, super innocent haha. Orang kadang gak tega atau kasihan. Jangan kasihan dong mending Sayang aja#maksa . Tapi perlahan hal ini ingin aku ubah, let’s see a good way for me.

Mimpi selanjutnya “ GO travelling with My best Friend” and “Umrah Bacpaker” . Amiin Allohuma Amin.

Setiap kejadian, pertemuan, dan perpisahan tidak ada namanya kebetulan, semua sudah tertulis oleh Tuhan. Karena dibalik itu semua selalu ada alasan dibalik setiap pertemuan, ada hal yang ingin Tuhan ajarkan kepada kita. Mungkin kita dapat mengetahuinya hikmah itu semua secara cepat atau lambat. KEEP IT UP !

About the author

A Young girl who believes in: "meeting new friends" means "learning new experiences and knowledge". Born as Sundanese, grew my self many places around West Java till graduated as a bachelor degree holder, I was being involved in VOLUNTEER PROJECT in a rural area. I do love travelling, so curious about other cultures. So, damaydream is my real stories about daily activities, experience, dream and traveling. Overall, people's uniqueness because every single one is UNIQUE in their own way.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *