Kamu Sapa, Aku Jatuh Cinta

Darimana datangnya cinta?

Ada yang bilang dari mata. Lalu turun ke hati. Namun bagiku, awal datang cinta karena ada “Sapa”. Sapa,senyum lalu datanglah suka, mungkin begitulah rasanya menjalani hidup di daerah pedalaman Indonesia. Biasanya masyarakat itu ramah, apalagi kedatangan pendatang, kamu bakal menjadi “Princess” atau “Prince” karena mereka senang sekali dengan kehadiran kita. Tak menuntut banyak, hanya cukup didengar keluh kesah mereka itu saja sudah cukup.

Sapa itu dimulai ketika ada sosok baru di kehidupan mereka. Aku mulai tersenyum, lalu terbalas sudah senyumku. Biasanya untuk orang yang berkepribadian “Feeling” mulai bisa menerka dari awal apakah kehadirannya disukai oleh masyarakat atau tidak.  Menjalani hidup yang 180 derajat berbeda dari kehidupan di Jawa membawa aku pada titik kesyukuran akan nikmat hidup.

Nikmat Tuhan Mana lagi yang Aku dustakan? Ketika melihat betapa indahnya kebudayaan Indonesia, alam, suku, bahasa dan agama yang mampu bersinergi satu sama lain dalam ikatan Bhineka Tunggal Ika.    

Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan kepada masyarakat yaitu belajarlah budaya lokal dan mulailah belajar bahasa mereka. Ketika kamu mulai belajar layaknya anak bayi. Senyuman, tertawa tulus datang sumringah di balik wajah mereka. Dan pada saat itu, tak perlu hadiah mewah karena senyum mereka tiap hari adalah anugerah. Perhatian mereka adalah sebuah keberuntungan, dan mendapat kepercayaan mereka adalah keajaiban.

Orang bilang ada kekuatan dahsyat ketika kita benar-benar jatuh cinta, kita akan mampu melakukan sesuatu yang tidak kita bisa dan sekuat tenaga untuk bisa melakukan. Itulah kira-kira gambaran selama aku di desa, meski terbilang tak bisa apa-apa baik dari segi olahraga, berburu, memancing dan hal-hal kecil lainnya tapi aku berusaha untuk mencoba dan ikut bergabung. Sering merasa malu, karena tidak bisa tapi justru mereka menghargai proses itu. Dibalik itu semua, ketika aku dianggap sebagai google berjalan, aku mencoba memposisikan sebagai pembelajar pula.

Google berjalan adalah sebutan untuk seputar sesuatu yang seringkali mereka tanyakan. Misal untuk perempuan biasanya pakai bedak apa, kosmetik apa dan lainnya. Sedangkan untuk bapak-bapak bagaimana cara menanam dengan baik, lain lagi anak-anak yang bertanya bagaimana mengerjakan soal ini soal itu.  Hal-hal yang sederhana yang mereka tanyakan kadang memotivasi aku untuk lebih giat lagi belajar. Akhirnya ketika kita sama-sama saling jatuh cinta maka tiada batasan lagi antara aku dan masyarakat.  Tidak ada lagi kata aku atau mereka yang ada hanyalah kita . Mereka bagian dari aku, dan aku bagian dari mereka ketika aku bertugas disana. Dan ketika selesai pengabdian, aku harap kehadiran membekas di hati masyarakat hingga suatu hari nanti kelak mungkin aku akan datang kembali menemui rindu yang tersisa.

Siapa sangka yang awalnya terasa asing, sunyi, jauh dari hingar bingar kota, susahnya akses, tiada listrik dan signal telekomunikasi menjadikan aku rindu akan apa yang pernah aku alami disana. Selama melakukan pengabdian atau bertugas di Daerah-daerah 3 T lebih banyak renungan dan intopeksi pribadi yang aku dapat. Tak mau menyalahkan siapa-siapa aku berkesimpulan bahwa mereka perlu seseorang yang mampu menjadi agen of change yang membawa kepada kemajuan dan pola pikir lebih maju. Maka benar apa yang dikatakan Soekarno, beri sepuluh pemuda maka kita bisa guncangkan dunia. Aku sangat yakin akan keberadaan pemuda yang mau terjun ke desa-desa dapat membawa perubahan meski tidak besar namun perlahan proses perubahan itu terjadi. Jadi tertarik main dan mengabdi ke pedalaman?

Aku yakin kamu akan merasakan pengalaman yang “mahal” yang tidak semua orang berkesempatan untuk menginjakkan kaki ke daerah-daerah yang susah akses baik dari segi tranportasi, komunikasi . Kalau buat yang jomblo aman lah yah, buat yang sedang merindu makin lama makin menumpuk rindunya bikin tambah ngerti berharganya kehadiran seseorang itu. Buat aku ?  Selow ,, selow.. hahha selalu ada dunia yang mengalihkan pikiran tentang hal itu saja . Waktuku selama di desa banyak dihadapkan dengan petualangan-petualangan seperti di film-film mulai dari ular yang ada dipaha ketika mencari sinyal, diseret sapi, digigit lipan, digigit kalanjengking kelapa dan lainnya. Tapi hal ini tak pernah aku laporkan kepada orang tua, yang penting aku aman bisa jaga diri. Dan pengalaman seperti inilah yang membuat hariku selalu berwarna. Contoh lain kalau mau makan ikan, kalau di kota aku tinggal beli kalau tinggal di desa seperti ini aku harus memancing dulu ke sungai. Jarak sungai tidaklah dekat saudara , nimbus hutan dulu baru ketemu dengan yang namanya sungai. Dan ini sisi petualangan lainnya yang seru. KEEP NO AINT DAYS  OFF …

Jadi Gimana sudah tertarik untuk ikutan program volunteer ?

About the author

A Young girl who believes in: "meeting new friends" means "learning new experiences and knowledge". Born as Sundanese, grew my self many places around West Java till graduated as a bachelor degree holder, I was being involved in VOLUNTEER PROJECT in a rural area. I do love travelling, so curious about other cultures. So, damaydream is my real stories about daily activities, experience, dream and traveling. Overall, people's uniqueness because every single one is UNIQUE in their own way.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *